Showing posts with label CPNS 2019. Show all posts
Showing posts with label CPNS 2019. Show all posts

Saturday, October 10, 2020

FR Wawancara dosen kemenag

Pada postingan sebelumnya Praktik Kerja Dosen Kemenag telah dijelaskan bahwa proses Praktik kerja dan Wawancara SKB CPNS 2019  dilakukan secara Virtual via Zoom Meeting selama 30 menit. Bobot penilaian praktik wawancara sama dengan praktik kerja yakni 35%. Mengenai pertanyaan-pertanyaan dalam wawancara, pada umumnya sama dengan pertanyaan wawancara tahun sebelumnya yakni mengenai moderasi beragama, praktik shalat, dan lain-lain. Sebelum memulai pertanyaan para penguji terlebih dahulu memberikan penjelasan/aturan dalam menjawab pertanyaan dari penguji. Adapun jenis soal nya berupa pernyataan-pernyataan kemudian kita setuju atau tidak setuju beserta alasannya. Berikut ini kisi-kisi pertanyaan ketika wawancara:

  1.  Pandangan anda mengenai ISIS atau paham aliran-aliran ?
  2. Toleransi
  3. Moderasi Beragama
  4. Bagaimana sikap anda ketika berada dalam lingkungan yang berbeda dengan agama anda? (jawaban saya: selama itu tidak bertentangan dengan aqdah dan ajaran agama yang saya yakini maka saya akan membaur) 
  5. Tes Baca Tulis Al-quran (saya disuruh menuliskan ta'awudz dan bismillah)
  6. Praktik sholat (saya disuruh praktik shalat shubuh dimulai dari takbir-doa qunut, kemudian langsung baca tasyahud akhir)
  7. Baca Qur'an Surat Al-maidah ayat 44, ditanya paham artinya nggak? saya jawab iya paham: ayat ini memerintahkan kepada penegak hukum untuk menegakkan keadilan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam ayat ini menunjuk pada kitab Taurat.
  8. Kemudian ditanya lagi arti dari potongan ayat yang sama yaitu al-maidah ayat 44: wa man lam yahkum bima anzalallahu fahuwa kafir artinya: barangsiapa yang memutuskan suatu perkara tidak berdasarkan pada yang diperintahkan Allah maka ia kafir. Berarti para hakim, jaksa dan aparat penegak hukum di Indonesia yang memutus perkara dengan KUHP dan UU tidak berdasarkan alqur'an kafir donk?. Saya jawab tidak pak. mengapa demikian? coba dimana titik temunya dalam Hukum Islam. Saya jawab: didalam Surat An-nisa ayat 59 kita diperintahkan oleh Allah SWT: Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan Ulil Amri diantara kamu... nah, para aparat penegak hukum ini termasuk dalam ulil amri, jadi setiap aturan yang diperintahkan oleh ulil amri harus ditaati selama tidak bertentangan dengan Al-qur'an dan sunnah nabi. Selama kita mentaati ulil amri hal ini merupakan perwujudan taat kita kepada Allah dan Rasulullah.
  9. Karya Ilmiah yang pernah di publikasi (jurnal, buku, artikel, dsb)
  10.  Pengalaman kerja
  11. pengabdian pada masyarakat
  Demikianlah field report dari saya, semoga bermanfaat!!!

Sunday, June 28, 2020

Tips lulus SKD CPNS

Teman-teman pejuang NIPers... 

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa seleksi calon pegawai negeri sipil terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya

  1. Seleksi administrasi
  2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
  3. Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)
  4. Administrasi Akhir 

tips dan trik lulus SKD CPNS

  1. Sungguh-Sungguh dalam berNiat

Niat adalah satu hal yang amat penting dalam hal apapun yang akan kita kerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Jika diibaratkan CPNS adalah stasiun kereta yang kita tuju maka niat adalah rel (jalan) untuk sampai ke stasiun. Usahakan  apapun yang menjadi niat kita  semuanya bermuarakan hanya karena Allah SWT. Sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah SAW; Amal harus ada niat, sedangkan niat harus ada keikhlasan agar dia diterima.[1]

Berdasarkan pengalaman aku ni gaes,,,

Pada Tahun 2017 kan ada tes cpns ya!!! Alhamdulillah ada formasi yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan saya di Mahkamah Agung. Waktu itu mahkamah agung membuka formasi Hakim untuk 3 Pengadilan yakni Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tata Usaha Negara. Karena kualifikasi pendidikan saya sarjana syariah yang basicnya hukum islam jadi saya ambil formasi calon hakim pengadilan agama. Setelah cari info syarat dan ketentuan yang berlaku ternyata untuk menjadi calon hakim peradilan agama harus mahir (pintar) baca kita kuning atau kitab tanpa syakal /baris sedangkan saya sadar pemahaman baca kitab tersebut hanya sedikit ditambah lagi saya masih harus fokus menyelesaikan tesis. Jadi bismillah aja saya daftar dengan niat lulus alhamdulillah nggak lulus setidaknya dapat pengalaman cara daftar dan bagaimana euforia tes CAT. Alhasil saya mendapatkan apa diniatkan gaes!!!

Pada tahun 2018 Seleksi CPNS  Kembali dibuka!!!

Alhamdulillah ditahun ini saya selesai Strata Dua (S2) dan mendaftar di Kementerian Agama Formasi Dosen. Karena di universitas yang saya inginkan tidak buka untuk kualifikasi pendidikanku, ya tentunya ada keraguan dan harus banyak beradaptasi lagi dengan lingkungan yang baru jika lulus nantinya. Wal-hasil saya gagal lagi di tes skd kali ini.

Tahun 2019  Seleksi CPNS  Kembali dibuka!!!

Alhamdulillah universitas yang diinginkan membuka formasi yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan saya dan mendaftar di Kementerian Agama Formasi Dosen. Kali ini saya bersunguh-sungguh niat untuk lulus pada tahap SKD dan alhamdulillah saya lulus ranking 1 meskipun score nilai gak tinggi-tinggi amat tapi setidaknya bisa unggul dari 10 peserta yang lain.

2. Bersungguh-Sungguh Dalam Berusaha

  • Pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) kita wajib datang ke lokasi yang telah ditetapkan oleh panitia ujian dan membawa persyaratan yang telah ditetapkan yakni KTP asli dan nomor peserta ujian.
  • Menjawab 100 soal terdiri dari 3 kategori yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Kepribadian (TKP) yang diselenggarakan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Nah...untuk mempersiapkan materi apa saja yang dibahas pada tiap kategori soal tersebut kita baca kisi-kisi dari pihak penyelenggara yakni Kemenpanrb dan BKN serta peraturan instansi yang kita ikuti.
  • Setelah kita pahami kisi-kisi, pelajari materi yang mana kita kurang kuasai dan perbanyak bahas soal-soal cpns baik secara online maupun offline yang jenis soalnya sama dengan kisi-kisi yang telah ditetapkan.
  • Manajemen waktu yang bagus, pada saat ujian kita menjawab 100 soal dengan limit waktu 90 menit. Berdasarkan pengalamanku tes CPNS 2019, 30 soal pertama adalah soal Tes wawasan kebangsaan (TWK) yang terdiri dari 25 soal tentang sejarah negara indonesia, tokoh2, ketatanegaraan, pancasila, lembaga negara dan 5 soal bahasa indonesia terdiri dari 1 soal mencari ide pokok dalam sebuah paragraf, 2 soal tentang perbaiki kata yg kurang tepat dalam suatu paragraf, 2 soal perbaiki kalimat agar menjadi paragraf yang baik/benar. 35 soal Tes Intelegensi Umum (TIU) yang terdiri dari 7 soal figural, numerik (lupa jumlah soalnya), 4 soal deret angka, soal tentang perbandingan, tentang silogisme, soal analisis (susunan urutan baris, dll). 35 soal Tes Kepribadian (TKP). Dari 100 soal tersebut soal TWK itu tipenya uraian (soalnya panjang) butuh waktu dan baca nya harus teliti. Begitu juga dengan TKP tapi tidak sesulit soal tkp saat tes CPNS 2018. Jadi trik dari saya kerjakan soal yang kita bisa minimal sejumlah nilai passing grade. Misalnya: passing grade tes Cpns 2019 Twk: 65 berarti kita harus menjawab soal dengan benar minimal 13-14 soal, TIU: 80 berarti jawab 16 soal dengan benar, kedua kategori soal ini skor poinnya pasti kalu benar 1 soal maka mendapat skor 5. Jika kita ragu sudah menjawab soal dengan benar sejumlah nilai passing grade atau tidak maka kita bisa kerjakan seluruh soal tapi tetap batasi dengan pembagian waktu 30 menit untuk jawab soal twk, 30 menit untuk jawab soal tiu dan 30 menit untuk soal TKP.

3. Berdo'a

Berdoa merupakan sarana bagi kita untuk meminta kepada Allah SWT yang maha mengabulkan doa, mengubah dan menetapkan takdir setiap hambanya. Oleh karena itu kerjakan ibadah-ibadah yang wajib, perbanyaklah amalan atau ibadah sunnah, berdo'a pada waktu-waktu mustajab, dan yang tak kalah pentingnya minta doa dan ridho dari orang tua dan orang-orang terdekat kita. 

 berikut Rekomendasi untuk belajar online di Ayo CPNS 



[1] “ Sesungguhnya amal itu hanyalah beserta niat, dan setiap manusia mendapatkan sesuai dengan apa-apa yang diniatkannya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya itu adalah kepada Allah dan RasulNya, dan barang siapa yang hijrahnya   karena dunia yang diinginkannya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya itu kepada apa-apa yang ia inginkan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)