Tuesday, July 14, 2020

DERET ANGKA

Pengertian Deret Angka

Deret angka adalah penjumlahan suku-suku dari barisan tertentu. Contoh: 1+2+3+4+5..., sedangkan barisan adalah susunan dalam bilangan yang dibentuk menurut suatu pola urutan tertentu. Misalnya: 1, 2, 3, 4, 5, ....

Jenis Deret

  • Satu Deret, merupakan sebuah deretan angka dengan pola yang dapat ditentukan oleh operasi aljabar anatara satu suku dengan suku berikutnya.
  • Dua Deret, merupakan sebuah deretan angka yang ditandai dengan tidak adanya hubungan antara suku satu dengan suku berikutnya.

Tipe Deret

1. Dari segi Larik /baris, terdapat empat macam yakni
  • Satu larik ialah sebuah deret yang memiliki satu pola bilangan dan hubungan antar sukunya dapat ditentukan karena hanya satu pola
  • Dua larik ialah sebuah deret yang memiliki dua pola yang berbeda karena dibagi menjadi dua sub deret. Misalnya pola larik pertama suku genap, dan pola larik kedua suku ganjil.
  • Tiga Larik ialah sebuah deret yang memiliki 3 pola berbeda disetiap lariknya
  • Empat larik ialah sebuah deret yang memiliki 4 larik dengan pola berbeda.
2. Fibonacci, yaitu sebuah deret yang memiliki ciri nilai pada suku berikutnya merupakan penjumlahan dua suku sebelumnya.

Contoh Soal Deret:

Bilangan yang tepat untuk mengisi titik-titik pada deret berikut ini
  • 7, 10, 13, 16, 19, 22, ... 
Jawaban: 25, pola bilangan tersebut adalah ditambah 3, (Contoh deret satu larik).
  • 12, 9, 9, 8, 6, 7, ..., ...,
Jawaban: 3, 6. Bilangan ini termasuk deret dua larik. Larik pertama terdiri dari 12, 9, 6 (pola bilangan tersebut adalah dikurang 3) dan Larik kedua terdiri dari 9, 8, 7, (pola bilangan tersebut adalah dikurang 1).
  • 42, 13, 19, 49, 19, 19, 56, 25, 19, ..., ...,
Jawaban: 63, 31. Bilangan ini termasuk deret tiga larik. larik pertama terdiri dari 42, 49, 56, 63 (pola bilangan tersebut ditambah 7), larik kedua terdiri dari 13, 19, 25, 31 (pola bilangan tersebut ditambah 6) dan larik ketiga adalah 19.
  • 2, 2, 4, 6, ..., ...., 26, 42
Jawaban: 10, 16. Bilangan ini termasuk deret Fibonacci penjumlahan dua suku bilangan sebelunya (4+6, 10, 16 (10+6)).

Dalam penerapan soal-soal deret terkadang kita dihadapkan dengan soal deret yang bentuknya cerita. Seperti diminta untuk mencari suku ke-n, terkadang juga diminta untuk mencari jumlah suku dari suatu bilangan.

Rumus Suku ke-n:  Un = a + (n -1) b

Keterangan:

Un = adalah suku ke-n

a = suku pertama atau U1

n = banyaknya suku pada barisan

b = beda suku pertama dengan suku ke-dua/suku selanjutnya.

Rumus jumlah suku 

Rumus Jumlah suku deret aritmetika
 Keterangan:

Sn = Jumlah semua anggota deret/ jumlah seluruh bilangan

a = suku pertama atau U1

n = banyaknya suku pada barisan

b = beda suku pertama dengan suku ke-dua/suku selanjutnya.

Un = adalah suku ke-n.

  • Suku ke-n (Un) bila Sn diketahui;

 

  • Suku tengah (Ut)

Jika diantara dua suku barisan aritmatika disisipkan k buah suku sehingga membentuk barisan aritmatika baru maka beda barisan aritmatika setelah disipkan k buah suku akan berubah.

b’ = beda barisan yang baru

k = banyak suku yang disisipkan

  • Banyak suku dari barisan aritmatika yang disisipkan k buah suku juga akan berubah;

n’ = banyak suku barisan aritmatika baru

Tips dan Trik

  • Perbanyak berlatih soal, agar semakin banyak variasi pola yang kita ketahui.
  • Biasanya pola yang dujikan bukan pola sederhana, tetapi pola yang unik sehingga dibutuhkan kreatifitas dalam pengerjaannya.
  • Cermat dan teliti. Terkadang kita melihat seolah ada dua jawaban yang memungkinkan padahal sebenarnya hanya ada satu jawaban yang benar.
  • Jangan terlalu berpikir rumit. Terkadang kita langsung memikirkan suatu pola yang rumit pada suatu soal, padahal polanya sangat sederhana.
  • Biasanya tingkat kerumitan soal bertambah pada soal-soal akhir.
  • Kerjakan soal yang kita anggap mudah terlebih dahulu.

Demikianlah pemaparan singkat mengenai Deret, semoga bermanfaat!!!

Friday, July 10, 2020

Cara Membuat Related Post di Blogspot

Cara Membuat Related Post
Contoh Tampilan Related Post 

Related Post merupakan artikel terkait yang terletak dibawah  postingan yang sedang dibaca. Berikut cara membuat related post pada blogspot:
Langkah Pertama
Silahkan masuk ke Dasboard Blog kemudian pilih Tema (Templete), jangan lupa sebelum di Edit Html silahkan di backup dulu. 
Langkah ke-dua
Klik tombol ctrl + f pada keyboard, lalu paste kode ]]></b:skin> kemudian tekan tombol enter silahkan salin scrip dibawah ini di atas tepat di atas kode ]]></b:skin>.

#related-posts{float:left;width:100%;border-bottom:0px solid #888;border-top:0px solid #88daed;margin:5px 0 10px;padding:15px 0 10px}

#related-posts .widget h2,#related-posts h3{font:22px;color:#000;text-transform:none;margin:0 0 10px;padding:0}

#related-posts a{color:#0088ff;}

#related-posts li{text-indent:0;line-height:1.3em;margin:0;padding:3px 0 8px 12px}

#related-posts a:hover{color:#0088ff;text-decoration:none}

#related-posts .widget{margin:0;padding:0}

#related-posts ul{list-style:none;margin:0;padding:0}

Langkah Ke-Tiga
klik tombol ctrl + f pada keyboard, lalu paste kode </head> kemudian tekan tombol enter, silahkan salin scrip dibawah ini dan letakkan tepat di atas kode </head>
<script type='text/javascript'>
var relatedpoststitle=&quot;Postingan menarik lainnya&quot;;
</script>
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
var relatedTitles=new Array();var relatedTitlesNum=0;var relatedUrls=new Array();function related_results_labels(c){for(var b=0;b<c.feed.entry.length;b++){var d=c.feed.entry[b];relatedTitles[relatedTitlesNum]=d.title.$t;for(var a=0;a<d.link.length;a++){if(d.link[a].rel=="alternate"){relatedUrls[relatedTitlesNum]=d.link[a].href;relatedTitlesNum++;break}}}}function removeRelatedDuplicates(){var b=new Array(0);var c=new Array(0);for(var a=0;a<relatedUrls.length;a++){if(!contains(b,relatedUrls[a])){b.length+=1;b[b.length-1]=relatedUrls[a];c.length+=1;c[c.length-1]=relatedTitles[a]}}relatedTitles=c;relatedUrls=b}function contains(b,d){for(var c=0;c<b.length;c++){if(b[c]==d){return true}}return false}function printRelatedLabels(a){for(var b=0;b<relatedUrls.length;b++){if(relatedUrls[b]==a){relatedUrls.splice(b,1);relatedTitles.splice(b,1)}}var c=Math.floor((relatedTitles.length-1)*Math.random());var b=0;if(relatedTitles.length>1){document.write("<h3>"+relatedpoststitle+"</h3>")}document.write("<ul>");while(b<relatedTitles.length&&b<20&&b<maxresults){document.write('<li><a href="'+relatedUrls[c]+'">'+relatedTitles[c]+"</a></li>");if(c<relatedTitles.length-1){c++}else{c=0}b++}document.write("</ul>");relatedUrls.splice(0,relatedUrls.length);relatedTitles.splice(0,relatedTitles.length)};
//]]>
</script>

Langkah Ke-empat
klik tombol ctrl + f pada keyboard, lalu past kode <data:post.body/> kemudian tekan tombol enter dan silahkan salin scrip (dibawah ini) di bawah kode <data:post.body/>.

<!-- Related Post List by igniel.com -->
<b:if cond='data:view.isPost'>
  <div id='ignielRelatedList'>
    <h3 class='title'><span>Related Posts</span></h3>
    <script>//<![CDATA[
      var jumlah = 6;
      var kata = 150;
      eval(function(p,a,c,k,e,d){e=function(c){return(c<a?'':e(parseInt(c/a)))+((c=c%a)>35?String.fromCharCode(c+29):c.toString(36))};if(!''.replace(/^/,String)){while(c--){d[e(c)]=k[c]||e(c)}k=[function(e){return d[e]}];e=function(){return'\\w+'};c=1};while(c--){if(k[c]){p=p.replace(new RegExp('\\b'+e(c)+'\\b','g'),k[c])}}return p}('d a=["\\w","\\q\\L\\g\\j\\h","\\g\\e\\l\\I\\h\\G","\\v","\\j\\l\\D\\e\\1X\\1d\\T","\\q\\E\\Z\\q\\h\\p\\j\\l\\I","","\\1o\\K\\j\\l","\\e\\l\\h\\p\\1x","\\T\\e\\e\\D","\\1E\\h","\\h\\j\\h\\g\\e","\\Q\\K\\l\\h\\e\\l\\h","\\q\\E\\z\\z\\f\\p\\1x","\\z\\e\\D\\j\\f\\1E\\h\\G\\E\\z\\Z\\l\\f\\j\\g","\\E\\p\\g","\\D\\f\\h\\f\\2p\\j\\z\\f\\I\\e\\C\\L\\l\\I\\2n\\Z\\f\\q\\e\\1K\\1G\\2q\\j\\1u\\1B\\1d\\1N\\1j\\1r\\2r\\2u\\I\\K\\b\\b\\b\\b\\1H\\1n\\1g\\G\\W\\1g\\I\\b\\b\\b\\b\\W\\b\\b\\b\\b\\1B\\O\\b\\1v\\b\\b\\b\\O\\1a\\D\\1P\\2c\\e\\b\\b\\b\\b\\b\\2s\\1H\\O\\1n\\1u\\1a\\1v\\O\\b\\1o\\Z\\1G\\1g\\C\\I\\b\\b\\b\\b\\2l\\W\\g\\W\\1a\\1u\\1a\\1v\\z\\2d\\1d\\K\\p\\1K\\2k\\2t\\b\\b\\1M\\2i\\b\\2j\\2g\\1p\\1d\\1Q\\1S\\1J\\b\\b\\b\\b\\b\\W\\g\\1Q\\1J\\1q\\1n\\E\\1a\\z\\O\\O","\\g\\j\\l\\1q","\\p\\e\\g","\\f\\g\\h\\e\\p\\l\\f\\h\\e","\\G\\p\\e\\T","\\p\\f\\l\\D\\K\\z","\\T\\g\\K\\K\\p","\\1g\\1N\\1M","\\w\\g\\j\\v","\\w\\D\\j\\1p\\y\\Q\\g\\f\\q\\q\\M\\n\\h\\G\\E\\z\\Z\\n\\v\\w\\f\\y\\G\\p\\e\\T\\M\\n","\\n\\y\\h\\j\\h\\g\\e\\M\\n","\\n\\v\\w\\j\\z\\I\\y\\q\\p\\Q\\M\\n","\\C\\1j\\1P\\1S\\1r\\1b\\G\\1Z\\1r\\1b\\L\\1b\\1q\\1b\\l\\K\\1b\\l\\E","\\p\\e\\L\\g\\f\\Q\\e","\\n\\y\\f\\g\\h\\M\\n","\\n\\C\\v\\w\\C\\f\\v\\w\\C\\D\\j\\1p\\v","\\w\\f\\y\\G\\p\\e\\T\\M\\n","\\n\\y\\Q\\g\\f\\q\\q\\M\\n\\1o\\E\\D\\E\\g\\n\\v","\\w\\C\\f\\v","\\w\\q\\L\\f\\l\\y\\Q\\g\\f\\q\\q\\M\\n\\q\\l\\j\\L\\L\\e\\h\\n\\v","\\y\\1m\\1m\\1m\\y\\w\\C\\q\\L\\f\\l\\v","\\w\\C\\g\\j\\v","\\1j\\p\\j\\h\\e"];d R=0,o=J H(),u=J H(),B=J H();F=J H();1c 1O(t,Y){d k=t[a[1]](a[0]);P(d m=0;m<k[a[2]];m++){x(k[m][a[4]](a[3])!=-1){k[m]=k[m][a[5]](k[m][a[4]](a[3])+1,k[m][a[2]])}};k=k[a[7]](a[6]);k=k[a[5]](0,Y-1);1t k}1c 2f(Y){P(d k=0;k<Y[a[9]][a[8]][a[2]];k++){d t=Y[a[9]][a[8]][k];o[R]=t[a[11]][a[10]];1h=a[6];x(a[12]1i t){1h=t[a[12]][a[10]]}1w{x(a[13]1i t){1h=t[a[13]][a[10]]}};F[R]=1O(1h,2h);x(a[14]1i t){1l=t[a[14]][a[15]]}1w{1l=a[16]};B[R]=1l;P(d m=0;m<t[a[17]][a[2]];m++){x(t[a[17]][m][a[18]]==a[19]){u[R]=t[a[17]][m][a[20]];1k}};R++}}1c 1R(1s,k){P(d m=0;m<1s[a[2]];m++){x(1s[m]==k){1t!0}};1t!1}1c 2e(){d S=J H(0);d V=J H(0);d U=J H(0);d X=J H(0);P(d i=0;i<u[a[2]];i++){x(!1R(S,u[i])){S[a[2]]+=1;S[S[a[2]]-1]=u[i];V[a[2]]+=1;V[V[a[2]]-1]=o[i];U[a[2]]+=1;U[U[a[2]]-1]=F[i];X[a[2]]+=1;X[X[a[2]]-1]=B[i]}};o=V;u=S;F=U;B=X;P(d i=0;i<o[a[2]];i++){d A=1e[a[22]]((o[a[2]]-1)*1e[a[21]]());d 1F=o[i];d 1I=u[i];d 1A=F[i];d 1z=B[i];o[i]=o[A];u[i]=u[A];F[i]=F[A];B[i]=B[A];o[A]=1F;u[A]=1I;F[A]=1A;B[A]=1z};d 1f=0;d r=1e[a[22]]((o[a[2]]-1)*1e[a[21]]());d 1L=r;d N;d 1D=1y[a[23]];2m(1f<1C){x(u[r]!=1D){N=a[24];N+=a[25]+u[r]+a[26]+o[r]+a[27]+B[r][a[29]](/\\/s[0-9]+(\\-c)?/,a[28])+a[2o]+o[r]+a[26]+o[r]+a[2v];N+=a[1Y]+u[r]+a[1T]+o[r]+a[1U];N+=a[1V]+F[r]+a[1W];N+=a[2b];1y[a[2a]](N);1f++;x(1f==1C){1k}};x(r<o[a[2]]-1){r++}1w{r=0};x(r==1L){1k}}}',62,156,'||||||||||_0x7d7f|x41||var|x65|x61|x6C|x74|_0x8ebex12|x69|_0x8ebex8|x6E|_0x8ebex9|x27|judul|x72|x73|_0x8ebex19||_0x8ebex6|urls|x3E|x3C|if|x20|x6D|_0x8ebex13|gambar|x2F|x64|x75|snippet|x68|Array|x67|new|x6F|x70|x3D|_0x8ebex1b|x43|for|x63|rel|_0x8ebexe|x66|_0x8ebex10|_0x8ebexf|x45|_0x8ebex11|_0x8ebex7|x62|||||||||||x51|x2D|function|x4F|Math|_0x8ebex18|x55|postcontent|in|x77|break|postimg|x2E|x53|x6A|x76|x6B|x30|_0x8ebexc|return|x56|x49|else|x79|document|_0x8ebex17|_0x8ebex16|x42|jumlah|_0x8ebex1c|x24|_0x8ebex14|x34|x4E|_0x8ebex15|x54|x36|_0x8ebex1a|x4C|x52|filter|x31|x46|contains|x32|33|34|35|36|x78|32|x39|||||||||||38|37|x50|x57|ignielRelatedList|relpostimgcuplik|x37|kata|x2B|x58|x38|x44|while|x3B|30|x3A|x2C|x4B|x33|x48|x47|31'.split('|'),0,{}));
      //]]></script>
    <b:if cond='data:post.labels'>
      <b:loop values='data:post.labels' var='label'>
        <script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=relpostimgcuplik&amp;max-results=25&quot;'/>
      </b:loop>
      <ul>
        <script>ignielRelatedList();</script>
      </ul>
      <b:else/>
      There is no other posts in this category.
    </b:if>
  </div>
  <div class='clear'/>
</b:if>

Kemudian silahkan di save dan lihat/baca artikel anda, insyaa Allah berhasil. Catatan untuk kode <data:post.body/> ada 4 menu, tema Ayo Belajar pilih menu yang ke-3. Demikianlah Tutorial kali ini semoga bermanfaat!!!

Thursday, July 9, 2020

Pengelompokan Kata

Apa itu pengelompokan kata?

Tes pengelompokan kata adalah salah satu bentuk tes verbal yang pengerjaannya dengan cara memahami makna suatu kata dan mengelompokkannya apakah kata tersebut tidak identik atau tidak masuk dalam kelompok kata lainnya. Tujuan tes ini adalah untuk mengukur kecermatan, ketelitian, kecepatan dan ketepatan bekerja sehingga lebih efektif dan efisien.

Tips dan Trik

Perbanyak kosa kata dengan cara banyak membaca buku atau literatur yg berkaitan dengan tes ini dan perbanyak belajar online maupun ofline agar selain memperbanyak kosa kata kita juga bisa belajar memanagemen waktu.
Perhatikan setiap kata dalam soal, jika pada pilihan jawaban yang tersedia terdapat kata yang tidak anda mengerti, maka beralihlah ke pilihan jawaban lain yang termasuk dalam kelompok kata soal karena kemungkinan kata yang tidak anda pahami tadi adalah jawabannya
Jika anda telah menemukan hubungan kata dalam soal tapi belum yakin dengan jawaban tersebut maka rangkailah kata tersebut dalam sebuah kalimat, hal ini akan mempermudah anda memahami makna kata tersebut.

Contoh Pengelompokan Kata:

Pilihlah yang tidak termasuk kelompoknya!!!
a. Jakarta
b. Paris
c. Tokyo
d. Kairo
e. Lima
Jawaban: Semua pilihan merupakan kota diluar Indonesia kecuali Jakarta.

a. Zebra
b. Singa
c. Harimau
d. Kuda
e. Jerapah
Jawaban: d. Kuda, karena keempat hewan lainnya adalah hewan liar sedangkan kuda hewan peliharaan

a. Januari
b. Mei
c. Juli
d. Agustus
e. November
Jawaban: e. November, karena 4 bulan yang terdapat dalam soal tersebut berjumlah 31 hari sedangkan bulan November hanya 30 hari

a. Sinyal
b. SMS
c. Seluler
d. Pulsa
e. Service
Jawaban: e. Service, karena jawaban a,b,c,d adalah kelmpok kata bigian ponsel

a. Ortodoks
b. Konservatifis
c. Tradisionalis
d. Moderat
e. Fundamentalisme
Jawaban: d. Moderat, karena a,b,c,e merupakan tipe kepemimpinan pola pemikiran

a. Newton - Gaya
b. Ton - Berat
c. Minggu - Libur
d. Detik - Waktu
e. Meter - Jarak
Jawaban: c. Minggu Libur, karena libur bisa kapan saja tidak bisa diukur dengan minggu.

a. Sahara
b. Kalahari
c. Sinai
d. Amazon
e. Gobi
Jawaban: d. Amazon, karena a,b,c, dan e nama gurun kecuali amazon 

Carilah kata yang tidak termasuk kelompoknya
a. Kubu
b. Salta
c. Norak
d. Lamajah
e. Senpil
Jawaban: e senpil (kebalikan kata pensil) adalah alat tulis. Kata yang lain merupakan bahan bacaan kubu (buku), salta (atlas), norak (koran), lamajah (majalah)

Pilihlah penulisan kata yang benar
a. Acidental
b. Accidental
c. Aksidental
d. Aciden
e. Acciden
Jawaban: b. Accidental, adalah ejaan yang benar dalam bahasa inggris.

Pilihlah yang tidak termasuk kelompoknya
a. Alfa
b.Teta
c. Epsilon
d. Gamma
e. Ganesha
Jawaban: e. Ganesha, karena yang lain adalah ilmuwan fisika sedangkan ganesha adalah nama ptung atau dewa

Manakah yang ganjil diantara kata berikut ini
a. Warma
b. Latime
c. Bamjeko
c. Hadlia
e. Ngapis
Jawaban: e. Ngapis (pisang), jawaban a,b,c,d merupakan nama bunga yg dibalik sedangkan pisang adalah nama buah-buahan

Carilah kata yang ganjil dari kata dibawah ini
a. Plines
b. Apen
c. Kubu
d. Rakup
e. Lodips
Jawaban: c. Kubu (kata kebalikan dari buku), karena yang lain adalah alat menulis plines (pensil), apen (pena), rakup (kapur), lodips (spidol)

Mana yang tidak baku
a. Normalisir
b. Maha Esa
c. November
d. Laskar
e. Anugerah
Jawaban: a. Normalisir karena yang benar menurut EYD adalah Normalisasi.

Mana yang baku
a. Analisa
b. Universal
c. Nomor
d. Ujud
e. Sistimatis
Jawaban: c. Nomor

Carilah satu yang tidak masuk kelompoknya
a. Nirdaya
b. Main stream
c. Diskontinu
d. Disharmoni
e. Malpraktik
Jawaban: B. Main stream adalah istilah dalam musik yang lain merupakan istilah keadaan sakit pada pasien.

Demikianlah uraian singkat mengenai pengelompokan kata, semoga bermanfaat!!!

Wednesday, July 8, 2020

Analogi

Pengertian Analogi

Analogi adalah salah satu tes kemamampuan verbal yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam mengartikan kata, fungsi kata, menentukan persamaan hubungan makna antara dua kata dan mengetahui wawasan serta ketelitian seseorang. Pasangan kata memiliki hubungan tertentu dan berbeda-beda disetiap soal oleh karenanya pengetahuan umum atau wawasan pengetahuan peserta sangat diperlukan. Pada umumnya, pasangan/padanan kata  merupakan hubungan kata yang berbentuk : sinonim kata, antonim kata,waktu, definisi, temuan dan tokoh penemunya, istilah dalam suatu bidang ilmu pengetahuan, sebab dan akibat, kata benda dan kata sifat, benda dan fungsinya, pancaindra dan penyakitnya, mata uang dan negara, dan urutan peristiwa. 

Macam-macam/tipe dari pasangan/padanan kata, adalah sebagai berikut:

1. Melengkapi Pasangan Analog, pada tipe ini anda diberikan dua buah kata yang memiliki keterkaitan satu sama lain dalam satu makna tertentu. Kemudian anda akan diberikan kata ketiga dan diminta untuk menentukan kata keempat sehingga kata ketiga dan keempat memiliki hubungan yang sama dengan kata diawal (kata pertama dan kedua). 

Contoh: Anting ; Telinga = Gelang ; ......

a. Leher    b. Tangan            c. Emas                 d. Jari

Maka kata yang cocok untuk melengkapinya adalah Tangan (Anting adalah aksesoris Telinga dan Gelang adalah aksesoris Tangan.

2. Memilih Pasangan Analog, pada tipe ini anda diberikan pasangan kata (kata pertama dan kata kedua)  yang memiliki keterkaitan satu sama lain dalam satu makna tertentu. Kemudian anda akan diminta memilih pasangan kata (ketiga dan keempat ) sehingga memiliki hubungan yang sama dengan pasangan kata awal.

Contoh: Piramid : Mesir = ..... : ....

a. Borobudur : Indonesia

b. Candi : Kota

c. Kairo : Timur Tengah

d. Prasasti : Lingga

e. China : Barongsai

Maka jawabannya adalah Borobudur : Indonesia (Piramid merupakan keajaiban dunia yang berada di Mesir dan Borobudur merupakan keajaiban dunia yang berada di Indonesia

3. Analogi Ganda, pada tipe ini anda diberikan dua buah kata dalam dua pasangan yang  berbeda. Masing-masing pasangannya rumpang  dan anda akan diminta untuk melengkapi kedua pasang kata analog tersebut.

Contoh: Berudu : ....  = Larva : .....

a. Katak Muda : Kepompong

b. Kecebong : Pupa

c. Telur : Daun

d. Perubahan : Perkembangan

e. Ikan : Kupu-Kupu

Maka jawabannya adalah Katak Muda : Kepompong (setelah Berudu metamorfosis pada katak  adalah Katak Muda dan setelah Larva metamorfosis pada kupu- kupu adalah Kepompong.

Tips dan Trik

  • Perbanyak kosa kata/pembendaharaan kata melalui membaca literatur yang mendukung dalam menambah wawasan pengetahuan
  • Perbanyak latihan simulasi soal baik secara online maupun ofline
  • Untuk mempermudah dalam mengerjakan soal  ini, temukan kata kunci atau hubungan khusus/unik dari dua atau lebih kata yang diberikan
  • Jika telah ditemukan hubungan kata tapi masih bingung maka buatlah kata tersebut menjadi sebuah kalimat
  • Hubungan kata harus memiliki urutan yang searah/ sejalan dengan soal.

Beberaa Contoh  Analogi

Pesawat  : Pilot

Pedati  : Kusir

Ayam : Telur

Sapi  : Susu

Melati  :  Tulip

Tuas  : Katrol

Lingkaran : Kompas

Bulat  :  Kelereng

Perawat  :  Rumah Sakit

Koki  :  Restoran

Rumah  :  Atap

Gitar  :  Senar

Puisi : Sastra

Patung  : Seni  Rupa

Pedang Jenawi  :  Riau

Karih  :  Sumatera Barat

Ikan  :  Nelayan

Desain  :  Arsitek

Kipas Angin  :  Listrik

Rem  :  Gesek

Pahit  :  Jamu

Asam  :  Yoghurt

Bunyi  :  Fonologi

Serangga  :  Entomologi

Influenza   :  Hidung

Otitis   :  Telinga

Flute  :  Tiup

Harpa  :  Dipetik

Payung  :  Hujan

Lampu : Gelap

Monitor : Laptop

Pedal  : Sepeda

Bungsu  : Sulung

Pribadi  :  Publik

Tubuh  :  Pakaian

Buku  :  Sampul

Menyuap :  Politik

Menyontek :  Ujian

Sarung Tangan :  Petinju

Mikroskop  :  Bakteriologi

Penghormatan :  Jasa

Insentif  :  Prestasi

Gelombang  :  Ombak

Gunung  :  Bukit

Desibel  :  Suara

Volt  :  Tegangan Listrik

Siswa :  Belajar

Ilmuwan : Meneliti

Demikianlah uraian singkat tentang analogi atau padanan kata, semoga bermanfaat!!! 😇 

Tuesday, July 7, 2020

Antonim

Psikotes, TIU, Antonim, Lawan Kata,
Psikotes Verbal Antonim

Antonim (Lawan Kata)

Anonim (lawan kata) ialah salah satu bentuk  tes verbal  yang dikerjakan dengan menentukan bentuk bahasa yang memiliki arti berlawanan dengan bentuk bahasa lain. Dengan arti lain tes ini meminta anda untuk mencari kata yang bertentangan dengan kata tertentu. Tes antonim bertujuan untuk mengukur kemampuan peserta mengetahui sesuatu benar atau salah tidak hanya secara fenomenologis tetapi secara dialektis juga.

Antonim (lawan kata) terdiri dari beberapa macam yakni sebagai berikut:

  1. Antonim berpasangan atau relasional adalah kata-kata yang secara makna jelas bertentangan karena berdasarkan pasangannya atau bisa diartikan juga dengan kedua kata yang saling berhubungan. Contoh: suami X istri, penjual X pembeli, produsen X konsumen, dan lain-lain
  2. Antonim berjenjang atau hirarki ialah kata yang secara makna mengandung pertentangan dan posisinya bertingkat. Contoh: Januari X Februari, Dingin X Hangat X Panas,
  3. Antonim melengkapi adalah kata yang maknanya bertentangan dan saling melengkapi. Contoh: Pertanyaan X Jawaban, Mencari X Menemukan
  4. Antonim majemuk adalah antonim yang melibatkan banyak kata. Contoh: rumah itu berwarna merah X rumah itu berwarna putih.

Tips & Trik

Dari berbagai macam jenis antonim diatas hanya untuk di ketahui saja, yang terpenting adalah perbanyak kosa kata baik kata serapan dari bahasa asing dan daerah, istilah-istilah umum, istilah kedokteran, pertanian dan lain-lain dengan cara banyak membaca kamus dan perbanyak latihan baik secara online maupun ofline. Hati-hati saat mengerjakannya dan fokus dengan pertanyaan bahwa anda mencari lawan kata bukan persamaan kata.

Contoh Antonim yang sering keluar

Kata

Lawan Kata

Imitasi

Asli

Primitif

Modern

Cabar

Peduli

Kabil

berbakti

Lajat

Ringan

Sonor

Sumbang

Akronim

Kepanjangan

Geruh

Mujur

Galib

Aneh

Dhaif

Mulia

Pasung

Bebas

Bedinde

Majikan

Percul

Keluar

Inventor

Pengikut

Koheren

Kacau

Luks

Sederhana

Segeh

Bongkar

Infinit

Sementara

Gempita

Senyap, sepi

Berdus

Kempis

Ayal

Yakin

Masyigul

Senang

Travesti

Pujian

Virtual

Maya

Vertikal

Horizontal

Regresif

Progresif

Destruktif

Konstruktif

Amatir

Profesional

Paradoksal

Sejalan

Leco

Raksasa

Elusif

Mudah Dipahami

Pejal

Berongga

Cepuk

Tambun

Simpati

Antipati

Rasional

absurd

Konkaf

Konveks

Transedensi

Imanesi

Induksi

Deduksi

Heterogen

Tunggal

Vektor

Skalar

Pendiem

Vokal

Wreda

Muda

Kedaluarsa

Aktual

Antusiasme

Apatis

Aposteriori

Apriori

Baka

Fana

Dependen

Mandiri, independen

Dinamis

Statis

Epilog

Prolog

Morfem

Fonem

Khusus

Ghalib, Umum

Kokoh, Kuat

Gegai

Inflasi

Deflasi

Rutin

Insidental

Satgnan

Berubah

Tesis

Antitesis

Parsial

Universal

Musykil

Kepastian

Monolog

Dialog

Konstan

Berubah-ubah


Demikianlah uraian singkat mengenai salah satu psikotes verbal yakni Lawan Kata atau Antonim. Semoga Bermanfaat!!!